Napasmu, kering berserakan Gelombangnya tak hasilkan bunyi Kau yakin semua lahir a priori Sementara napasmu kering berserakan Dan napasku baris-berbaris Seperti tentara, seperti penyakit Napasku, hasilkan gagasan Tapi tidak penting bukan? Di kepala kita melawan Tapi terus kalah Pagarku, oh, berantakan Pintuku merenggang Di kepala kita melawan Tapi sering kalah Penjajahan, oh, bajingan Tetap terus menang Menangis Menangis Menangis Menangis